Sabtu, 15 September 2012

ENZIM KATALASE


Tujuan : Mengetahui pengaruh zat dam suhu terhadap kerja enzim katalase
1. ALAT DAN BAHAN
a)      ALAT
 1. Tabung Reaksi
  2. Sipirtus
  3. Pinset
  4. Pipet
b)      BAHAN
              1.  Hati ayam (secukupnya)
              2.  Hati ayam yang dipanaskan (secukupnya)
              3.  Jantung ayam (secukupnya)
              4.  Larutan H2O2
              5.  Larutan HCL
              6.  Larutan NaOH


           2. LANGKAH KERJA
v  Percobaan 1 (hati + H2O2)
1.  Hati ayam yang telah dihaluskan dimasukkan ke dalam tabung reaksi
2.  Memasukan 20 tetes H2O2 dalam tabung reaksi
3.  Kemudian menutup tabung reaksi menggunakan tangan
4.  Lidi yang dibakar menggunakan spiritus sampai berbentuk bara dimasukkan ke dekat tabung  
     reaksi
5.  Hasilnya diamati bara api tersebut dan mencatat hasilnya

v  Percobaan 2 ( Hati + HCL + H2O2­­­­)
1.  Hati ayam yang telah dihaluskan dimasukkan ke dalam tabung reaksi
2.  Lalu tabung reaksi diisi 20 tetes HCL dan setelah itu meneteskan 20 tetes H2O2­­­­
3Bagian atas tabung reaksi menggunakan tangan
4.  Adanya gelembung yang terjadi diamati
5.  Lidi  dibakar dengan spiritus sampai menjadi bara ujungnya, seperti pada percobaan 1
6.  Dekatkan ujung lidi tersebut kedalam tabung reaksi
7.  Nyala bara yang berada pada ujung lidi
8 Hasil pengamatan yang terjadi dicatat

v  Percobaan 3 (Hati + NaOH  + H2O2­­­­)
1.  Hati ayam yang telah dihaluskan dimasukkan ke dalam tabung reaksi
2.  Tabung reaksi ditetesi dengan NaOH dan H2O2­­­­ sebanyak 20 tetes
3.  Tabung reaksi ditutup dengan tangan
4.  Gelembung yang terjadi diamati
5.  Lidi dibakar dengan spiritus sehingga menjadi bara ujungnya
6.  Dekatkan ujung lidi yang berbentuk bara kedalam tabung reaksi
7.  Nyala bara yang beada pada ujung lidi
8Hasil pengamatan yang terjadi dicatat

v  Percobaan 4 (Hati direbus + H2O2­­­­)
1.  Alat dan bahan disiapkan
2.  Hati ayam yang telah dihaluskan dimasukkan ke dalam tabung reaksi
3.  Hati ayam tersebut direbus dengan menggunakan spiritus sampai matang
4.  Ditambahkan 20 tetes H2O2­­­­ kedalam tabung reaksi
5 Tabung reaksi ditutup dengan tangan
6.  Gelembung pada reaksi tersebut diamati
7.  Lidi dibakar dengan spiritus sampai menjadi bara
8Dekatkan lidi tersebut kedalam tabung reaksi
9Nyala bara sewaktu didalam tabung reaksi
10Hasil pengamatan yang terjadi dicatat



v  Percobaan 5 (jantung + H2O2­­­­)
1.  Alat dan bahan disiapkan
2.  Jantung ayam yang telah dihauskan dimasukkan kedalam tabung reaksi
3.  Tabung reaksi ditetesi H2O2­­­­ sebanyak 20 tetes lalu tutup tabung dengan tangan
4.  Lidi dibakar dengan spiritus sampai menjadi bara
5.  Dekatkan bara lidi tersebut kedalam tabung reaksi
6.  Reaksi yang terjadi pada nyala bara didalam tabung diamati
7.  Hasil pengamatan dicatat


3. HASIL PENGAMATAN


Percobaan
Gelembung
Nyala/Tidak
Hati + H2O2
Gelembung banyak
Menyala
Hati + HCL + H2O2
Gelembung banyak
Tidak menyala
Hati + NaOH  + H2O2
Ada gelembung
Menyala Sedikit
Hati direbus + H2O2
Gelembung ada tetapi sedikit
Tidak menyala
Jantung + H2O2
Gelembung sedang
Menyala tetapi sedikit

4. PEMBAHASAN PENGAMATAN
1. Saat hati diberi H2O2 terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak.  Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2 menjadi H2O (air), sedangkan pada waktu dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api.  Hal ini membuktikan bahwa H2O2 juga diuraikan menjadi oksigen (O­2).Dan itu membuktikan bahwa di dalam hati mengandung enzim katalase.dalam percobaan hati +H2O2 terjadi kejadian gelembung yang sangat banyak karena di dalam hati mengandung enzim katalase yang berguna untuk menetralkan racun dimana hanya dapat bekerja optimal pada ph netral. kita dapat bekerja optimal pada pH netral
2. Bahwa pada keadaan yang terlalu asam yaitu dengan ditambahnya HCL  dan NAOH enzim tidak dapat bekerja secara optimal.
3. Pada hati yang dipanaskan yang terjadi gelembung muncul hanya sedikit sekali dan ketika bara api dimasukkan kedalam tabung reaksi juga tidak timbul nyala api. Hal ini disebabkan karena protein di dalam enzim katalase telah rusak sehingga tidak dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2. Itu membuktikan juga bahwa dimana enzim katalase tidak akan bekerja secara optimal pada suhu tinggi.karena kita ketahui bahwa enzim katalase akan bekerja pada suhu netral
4. Pada penelitian jantung yang kemudian ditambah dengan H2O2 dan apabila dibandingkan dengan yang menggunakan hati + H2O2 memang sedikt berbeda yaitu terjadi pada banyaknya gelembung kalau menggunakan jantung hanya menghasilkan gelembung yang jumlahnya sedang kemudian jika dimasukkan bara api kedalamnya hanya muncul sedikit api menunjukkan didalam jantung mengandung enzim katalase.

5. KESIMPULAN
1.      Faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase diantaranya :
      a) Suhu: dimana enzim katalase tidak akan bekerja secara optimal pada suhu tinggi.karena  
          kita ketahui bahwa enzim katalase akan bekerja pada suhu netral.
      b) pH. Enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral.
2.      Enzim katalase berperan dalam menguraikan racun dari H2O2 menjadi H2O dan O2
        
2H2O2 à 2H2O + O2

BIOLAB 2-1 Fotosintesis Menghasilkan Amilum


Tujuan : Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum
Alat dan bahan :
1. Gelas Arloji
2. Spiritus
3. Gelas beker
4. Air
5. Lugol
6. Alkohol 70%
7. Pinset
8. Plat Tetes
Langkah Kerja :
1. Daun singkong yang disinari dan tidak disinari oleh matahari dipotong masing-masing menjadi 5 potong





2. Daun singkong tersebut dimasukkan ke dalam gelas beker yang berisi air mendidih


3. Setelah daun menjadi lunak (kurang lebih 30 menit)  diambil dengan hati-hati menggunakan pinset

 
4. Larutan alkohol 70% dimasukkan kedalam gelas beker, lalu alcohol tersebut di masukkan ke dalam gelas beker yang sebelumnya (gelas beker berisi air) beserta daun singkong yang tadi
5.  Alkohol 70% di didihkan , setelah mendidih daun singkong yang didalam larutan alcohol diambil dan tiriskan
 
6. Daun singkong yang telah ditiriskan , masing-masing  disimpan di plat tetes dan diberi larutan lugol dan diamati perbedaannya.




Tabel Pengamatan
Warna Daun
Warna Setelah di Celup Lugol
Terkena Cahaya
Tidak Terkena Cahaya
Terkena Cahaya
Tidak Terkena Cahaya
Warna daun lebih hijau
Warna daun tidak terlalu hijau
Warna daun lebih hijau dan warna larutan lugol lebih pekat
Warna daun tidak terlalu hijau dan warna larutan lugol lebih cerah

Pertanyaan :
1. Daun manakah yang mengandung amilum ?
      Jawab : Daun yang disinari oleh cahaya matahari karena terjadinya perubahan warna pada daun disebabkan karena adanya amilum (karbohidrat) yang terdapat pada daun. Amilum tersebut akan berwarna lebih pekat saat ditetesi lugol. Pola ini sesuai dengan percobaan yang dilakukan oleh Sachs pada tahun 1860. Sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, lalu dimasukkan kedalam alkohol dan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).
2. Daun manakah yang melalukan fotosintesis ?
Jawab : Daun yang disinari cahaya matahari.
3. Mengapa demikian ?
Jawab : Karena proses fotosintesis terjadi dengan adanya bantuan cahaya matahari. Sedangkan daun yang ditutup proses fotosintesinnya terhambat.

Pembahasan dan Kesimpulan
Dari perbedaan warna yang terjadi atas perbedaan perlakuan menunjukkan bagian daun yang berbeda warna disebabkan oleh faktor kurangnya cahaya matahari, sehingga daun tersebut tidak dapat melaksanakan fungsi fisiologisnya secara sempurna. Dengan kata lain, secara umum fotosintesis hanya dapat berlangsung jika ada cahaya matahari yang cukup mengenai permukaan daun yang ditandai dengan adanya amilum pada daun.

Menguji ada tidaknya amilum yang terdapat pada daun dilakukan dengan merebus daun pada air mendidih ± 30 menit, hal ini dilakukan agar sel dalam daun mati dan menjadikan sel-sel daun lebih permeabel terhadap lugol. Memasukkan daun dalam alkohol bertujuan untuk melarutkan klorofil dan menjadikan amilum lebih mudah bereaksi dengan larutan lugol. Setelah itu meletakkan daun pada cawan untuk ditetetsi permukaan daun dengan larutan lugol sampai merata. Perlakuan ini membuat daun menjadi berwarna lebih pekat yang menunjukkan adanya amilum dalam jaringan daun.

Rabu, 01 Agustus 2012

Resensi Novel D'angel


Kehidupan Manusia Genoid
Judul Buku             : D’angel
Pengarang             : Luna Torashyngu
Penerbit                 : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun                     : 2008
Jumlah Halaman  : 248 halaman
                Novel karya Luna Torashyngu dengan 248 halaman ini sangat menarik karena menceritakan kehidupan remaja yang tidak seperti biasa. Banyak orang yang menganggap nukku ini tidak menarik di awal cerita, tetapi setelah sampai pertengahan banyak yang merasa penasaran akan alur ceritannya.
                Luna Torashyngu adalah seorang novelis muda yang telah membuat banyak novel teenlit. Setiap novelnya sangat disukai para remaja dan bahkan salah satu novelnya pernah diangkat menjadi sebuah film.
                Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur campuran , namun dominan menggunakan aur maju. Pengarang dalam menggambarkan tokoh-tokoh dalam cerita ini dengan cara memberikan sedikit teka-teki  untuk membuat rasa pensaran pembaca.  Seperti tokoh Fika yang memiliki segudang kemampuan yang sperti manusia sempurna. Tokoh lainnya adalah Andika yang selalu mengawasi Fika dan di awal cerita Andika selalu mengetahui apa dan dimana Fika berada serta  Andika memiiki banyak kelebihan.
                Gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa saat ini yang langsung kepada intinya, dan menggunakan gaya bahasa remaja yang banyak mengandung istilah baru.
                Kisah dalam novel D’angel ini diawali dari kehidupan seorang gadis SMA yang bernama Rafika Handayani atau sering disebut Fika. Fika memiliki segudang kelebihan, bahkan tidak ada satu hal pun yang tidak bias Fika lakukan . Dengan hal ini banyak yang menganggap Fika orang yang sempurna.
                Tapi dibalik kesempurnaannya rupanyaada suatu rahasia yaitu Fika ternyata bukanlah manusia biasa. Fika adalah seorang genoid yang merupakan rekaya genetik manusia. Setelah mengetahui indetitas dirinya kehidupan Fika menjadi berubah, karena banyak ang mengincar dirinya untuk hal yang tidak baik.
                Para tokoh yang dilukiskan dalam novel ini sangat menarik dan memberikan kesan yang bagus bagi pebacanya. Karakter tokoh yang dilukiskan mudah untuk diimajinasikan pembaca. Seperti para genoid yang merupakan penembak jitu dan darah genoid yang memiliki ph rendah yang dapat membuat besi cepat berkarat.
`               Novel ini banyak mengandung amanat yang sangat bermanfaat bagi pembacanya. Luna  Torashyngu menyadarkan kepada kita bahwa tidak ada satu manusia pun yang sempurna, dan jika kita memiliki kelebihan gunakan kelebihan itu untuk kebaikan.  Hal yang menarik dari cerita ini adalah alur ceritanya yang membuat penasaran baik dari segi tokoh, watak, dam peristiwa. Alur ceritanya sangat bagus dan sulit ditebak.
                Namun  dengan segala kelebihan dan kekurangannya, buku ini memberikam kesan yang baik bagi pembaca. Buku ini sedikit membosankan diawalnya, tetapi setelah membaca secara keseluruhan pembaca akan kagum dengan novel  D’angel .
                                                                                                               
Penulis Resensi : Raidha Mindayani